Tampilkan postingan dengan label Merawat muraibatu ekor kecabut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merawat muraibatu ekor kecabut. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Oktober 2012

CARA SAYA MERAWAT MURAIBATU EKOR KECABUT ATAU DICABUT

Mb brondol tumbuh ekor ( dok.MBN)

Keindahan peforma tampilan gaya muraibatu (white rumped shama) disamping ocehannya juga fisiknya. Fisik akan kurang indah apabila ekor muraibatu rusak. Disini mata  terasa ngeres lihat ekor muraibatu awut-awutan. Jika kita mengerti tentu akan berfikir seribu kali untuk mencabutnya.  Sebab jika sudah dicabut apalagi kondisi bulu masih segar pasti mempunyai resiko tinggi, yaitu ekor tidak tumbuh dan kalau tumbuh biasanya akan tumbuh lebih pendek dari sebelumnya. Dari pengalaman sebagai pemula dan lagi suk-sukanya muraibatu, pernah mengalami  ekor muraibatu kecabut dalam kondisi masih segar dan masih kondisi dorong ekor pasca bondol dari penjualnya. Untuk mengatasi ini hal yang saya lakukan sebagai berikut: 
  1. Muraibatu dikeluarkan dari sangkar dan dipegang;
  2. Semprot pangkal ekor (jawa=brutu) dengan air hangat-hangat kuku;
  3. Pijet-pijat secara berlahan dan lembut untuk keluarkan sumbatan (darah/kotoran kering) di pori-pori bulu ekor;
  4. Setelah air kering, mengolesi pangkal ekor dengan air bawang merah ( jawa= brambang);
  5. Dalam 2-3 hari mengulangi pemijatan seperti proses poin 1 sampai 4; 
  6. Muraibatu kondisi full krodong; mandi di cepuk;
Muraibatu dikasik pakan yang bergizi, misalkan : jangkrik, ulat kandang (UK), ulat hongkong (UH) atau kroto secukupnya. Sangat baik jika  2-3 hari sekali dikasik minyak ikan 1 biji dengan cara dioleskan pada jangkrik atau dicampurkan pada kroto. Selama perawatan pakan voor saya ganti dengan voor lele ukuran tanggung.
Ekor muraibatu mulai nampak tumbuh dalam 10-14 hari, yang ditandai tumbuhnya bulu-bulu jarum di pangkal ekornya. Setelah ekor dipandang sudah tumbuh maksimal, ternyata hasilnya lebih pendek dari semula. 

Mungkin cerita ini pernah saya tulis kalau tak salah ingat beberapa tahun yang lalu di facebook yang lain, tapi karena akhir-akhir ini  ada beberapa rekan facebook yang bertanya tentang muraibatu ekor brondol (bondol) karena kecabut atau sengaja dicabut, maka saya tulis lagi daripada saya menulis jawaban secara berulang-ulang.  Saya sendiri menilai apa yang saya lakukan hanya faktor keberuntungan saja, sehingga amat mungkin jika ini diterapkan oleh rekan penghoby hasil tidak sama.....:D

Mudah-mudahan sedikit cerita ini memberi manfaat bagi rekan penghoby muraibatu pemula seperti saya.